PENGACARA BALI AGUS PUTRA BERHARAP PILKADA BALI BERJALAN DAMAI
Pengacara muda Bali yang kini juga merambah dunia tarik suara (penyanyi pop Bali), ditemui ditengah kesibukannya di dunia hukum, merasa bersemangat dan antusias Pilkada Bali akan berjalan damai. Agus Putra yang beberapa bulan lalu merilis lagu "NGIPI DADI BUPATI" dan "KANGEN BAPA", kini ikut pula diminta sebagai tim hukum beberapa pasangan calon, baik di Pilkada Klungkung maupun Pilkada Bali, namun dirinya memilih untuk berada di tengah-tengah, dirinya terlebih dahulu akan menilai pasangan calon mana yang memiliki kesamaan ideologi pemikiran dengannya. Agus Putra mengatakan, lagu "Ngipi dadi bupati" sebenarnya menggambarkan bahwa seorang Bupati atau pemimpin daerah harus bisa menjelaskan permasalahan yang ada di daerahnya, lalu memberikan solusi jangka pendek dan jangka panjangnya, jangan hanya menjanjikan masyarakat berupa uang dan uang, itu tidak bagus untuk pendidikan politik kepada masyarakat".
Harapannya seorang Bupati, walikota atau gubernur di Bali harus memiliki rasa sensitif dan responsif. Sensitif berarti peka dalam merespon masalah rakyat dan mempunyai program yang berdampak langsung ke rakyat, sedangkan responsif adalah merespon segala kritik masyarakat dan saran-saran dari masyarakat, jangan pemimpin itu hanya mencari jawaban untuk pembelaan terhadap dirinya, jangan bersifat otoriter. Pemimpin daerah harus memiliki expert power atau keahlian serta ia juga harus memiliki personality power atau kepribadian.
Pengacara Bali yang kini bersemangat menggeluti dunia tarik suara lagu pop bali ini, juga menambahkan terutamanya untuk Pilkada Kabupaten Klungkung, dirinya berharap ke-3 pasangan calon yaitu I Ketut Juliarta-I Made Wijaya, I Made Satria-Tjokorda Gde Surya Putra dan Made Kasta-I Ketut Gunaksa, “ke-3 pasangan calon ini harus kita masyarakat Klungkung nilai dari 3 (tiga) kriteria yaitu: kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual”. Jadi Bupati dan Wakil Bupati Klungkung kedepannya, saya harapkan tidak hanya cerdas dan pintar, ia juga harus memiliki kecerdasan emosional yaitu menghargai dan menghormati masyarakat, mampu bahu membahu dan bekerjasama dengan seluruh stakeholder yang terkait dengannya dan bisa belajar bersama masyarakat Klungkung. Yang tak kalah pentingnya adalah Bupati dan Wakil Bupati Klungkung kedepannya juga memiliki kecerdasan spriritual, ia mampu mengajak masyarakat Klungkung untuk meningkatkan srada bakti kepada leluhur, Bethara, dan meningkatkan aktifitas persembahyangan, karena dengan demikian Klungkung akan selalu mendapat perlindungan-Nya.

Sebagai seorang Pengacara, Agus juga juga ingin memberikan masukan agar yang terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Klungkung kedepannya, membuat program-program yang memberikan pelajaran, pemahaman dan kesadaran hukum kepada masyarakat, sebagai contoh misalnya mempelopori lahirnya LBH-LBH di Klungkung, dimana LBH (Lembaga Bantuan Hukum) ini memiliki peranan dalam memberikan pendampingan hukum dan terlibat juga dalam proses pengambilan kebijakan-kebijakan di Pemkab Klungkung. Misalnya dalam bidang Hukum ketenagakerjaan, Peran LBH penting dalam mengatasi permasalahan PHK tenaga kerja, melindungi hak-hak pekerja/buruh sehingga mereka merasa mendapat keadilan, baik perlindungan hukum itu diberikan oleh LBH secara Non litigasi (di luar Pengadilan) maupun Litigasi (melalui Pengadilan). Agus Putra sendiri selaku Ketua Umum LBH Pemuda Sejati kerap memberikan bantuan hukum kepada masyarakat misalnya Pelanggan PDAM Klungkung, dimana dahulu kerap mengeluh air PDAM mati, tidak mendapat pelayanan air PDAM, sehingga hak-hak masyarakat selaku konsumen menjadi terabaikan. Disinlah saya mengharapkan agar Bupati dan Wakil Bupati Klungkung kedepannya, mampu mengatasi persoalan air di Klungkung daratan dan Nusa Penida. "Klungkung memiliki banyak sumber air, saya tidak mengerti kenapa masyarakat Klungkung masih banyak mengeluh soal air", tutupnya.