Sembari bersidang di Jakarta, Agus Putra juga siapkan rekaman lagu Pop Indonesia di Studio Musik di Jakarta
Agus Putra dan Tim Lawyer yang tergabung dalam I Putu Agus Putra Sumardana ketika ditemui senin 18 Mei di warung makan depan Pengadilan Negeri Denpasar, mengungkapkan bahwa dirinya dan tim, esok selasa 19 Mei akan siap-siap berangkat ke Jakarta untuk sidang Gugatan Gono Gini (Pembagian Harta Perkawinan) dan PMH (Perbuatan Melawan Hukum). Agus Putra mengatakan "saya dan tim beberapa hari ke Jakarta untuk sidang dan ada keperluan penting lainnya, termasuk saya akan ke studio music di Jakarta untuk kerjasama rekaman lagu, nah kali ini saya coba menyanyikan lagu pop Indonesia, dan saya akan mendatangi kerjasama ke studio musik tempat band favorit saya dulu SMA, yah ada deh nanti pasti tahu" ungkapnya sambil tersenyum.
Agus Putra belakangan ini disibukkan dengan penanganan kasus overlapping (tumpang tindih) beberapa bidang tanah yang telah bersertifikat di wilayah Nusa Penida. Agus Putra berbagi pengalaman dalam penanganan dalam kasus overlapping (tumpang tindih), “yang pertama, kita harus memastikan terlebih dahulu di Kantor Pertanahan setempat terkait keabsahan sertifikat, kemudian melakukan pengaduan. Biasanya saya sering melakukan pengecekan langsung di lokasi tanah, mendatangi beberapa orang yang menjadi penyanding atau yang mengetahui asal usul dan riwayat tanah yang menjadi sengketa. Setelah saya mendapat informasi yang akurat dari Kantor Pertanahan dan para saksi, maka saya memulai untuk melakukan pendekatan humanis dan kekeluargaan, dengan mengedepankan konsep adi luhung di Bali, yaitu konsep PARAS PAROS.
Pendekatan ini saya gunakan dengan pengalaman saya dalam penanganan kasus sengketa dengan tingkat keberhasilan 80%, untuk penyelesaian kasus secara non-litigasi, yang artinya saya berhasil selesaikan tanpa menempuh jalur pengadilan. Konsep Paras paros adalah konsep saling menghargai satu dengan yang lainnya, jadi saya akan mempelajari apa yang menjadi kebiasaan adat masyarakat disana, dari sana saya masuk untuk melakukan penyelesaian kasus, sebab kasus-kasus di Bali, lebih mudah dan cepat menurut saya bila konsep paras paros ini berhasil kita jalankan dan kuasai dengan baik, bagaimana kita bisa diterima oleh lawan, berhasil meyakinkan, karena tidak semua pengacara menguasai skill tersebut".

Kuncinya adalah sikap rendah hati dan memang ada juga pengaruh niskala (alam tidak nyata) karena kita di dunia ini tidak hidup sendiri. Bagaimana kita bisa mengambil inti sari alam semesata, sehingga kekuatan yang besar tersebut dapat berguna bagi manusia dalam penyelesaian-penyelesaian masalahnya. Khususnya di Bali, kadang faktor x tersebut yang mempengaruhi keberhasilan penanganan kasus" ungkapnya.
Terkait hoby saya menyanyi, saya akan mencoba untuk membawakan lagu pop Indonesia, sehingga kebetulan saya ke Jakarta, maka saya mencoba kerjasama agar bisa rekaman di studio music di Jakarta, saya memilih yang memang studio tersebut menjadi tempat rekaman band favorit saya semasa SMA dulu, sehingga saya menjadi benar-benar semangat untuk ke Jakarta esok hari, ya mohon doa dan dukungannya, semoga semua dilancarkan. Suksma Hyang Widhi" tutup Agus Putra. Sebagaimana diketahui Agus Putra melalui chanel youtubenya "agus putra chanel" telah belasan mengeluarkan single lagu pop Bali, yang cukup diminati oleh masyarakat. Dirinya mengaku ada beberapa tawaran untuk nyanyi di Banjar-banjar, namun karena kesibukannya di dunia pengacara, ia mengaku belum bisa untuk saat ini.