PENGACARA BALI AGUS PUTRA SIAPKAN ALBUM LAGU KOMPILASI "ASTUNGKARA RAHAYU"
Agus Putra disela-sela kesibukannya sebagai pengacara yang bersidang di beberapa Pengadilan Negeri di Bali, menjelaskan bahwa dirinya dan timnya (Agus Putra Chanel) telah menyiapkan album kompilasi yang bertajuk ASTUNGKARA RAHAYU. Tema yang diambil didasari pada rasa syukur Agus Putra atas perjalanan hidupnya di dunia hukum (Pengacara) dan dunia musik lagu pop Bali, terbilang berjalan sukses (Astungkara Rahayu). Adapun lagu-lagu Agus Putra baik solo maupun duet yang akan mengisi album Astungkara Rahayu sebagai berikut:
- Ngipi dadi bupati
- Kangen bapa
- De iri hati
- Pembohong
- Ngidang Nolih Sing Ngidang Nyujuh
- Tusing dadi gelahang (duet Bagus Parijata)
- Bah Bangun
- Joh dimata paek di hati
- Munyi besik dadi dase (duet Yudi Kresna)
- Takut Kilangan (duet Yudi Kresna)
- Hidupe Meguyang Berat Mayah Hutang
Agus Putra & Tim Lawyer dari Kantor I Putu Agus Putra Sumardana & Partner’s ketika ditemui dalam rapat kerja dirinya dan tim lawyer, menuturkan bahwa Agus Putra telah merilis 2 (dua) lagu duet bareng Yudi Kresna, Penyanyi ternama Pop Bali, dengan judul “TAKUT KILANGAN dan HIDUPE MEGUYANG BERAT MAYAH HUTANG” yang bisa dinikmati di Youtube AGUS PUTRA CHANEL dan beberapa sosial media seperti TikTok, Facebook,Instagram, Spotify dan lainnya. Lagu Takut Kilangan menceritakan kisah suka dan bahagia pasangan kekasih yang sedang memadu kasih,lagu ini sangat pas untuk momen-momen bahagia pasangan kekasih baik pada saat resepsi pernikahan, menyatakan cinta ke pasangan dan momen indah lainnya.

Sementara lagu Hidupe Meguyang Berat Mayah Hutang menceritakan tentang kehidupan masyarakat terkini di Bali yang banyak tertekan oleh permasalahan ekonomi, penulis lagu juga melihat banyaknya masyarakat yang memiliki kesukaan atau hobi berjudi, baik spirit (domino), cekian, togel, dan tajen (sambung ayam). Berjudi makin membuat mereka terbelit hutang, sehingga tekanan ekonomi ini akan berpengaruh ke kehidupan rumah tangga, maka tak heran kasus perceraian sangat marak di Bali. Agus Putra menambahkan “saya sebagai pengacara yang banyak mengurus kasus perceraian di Bali, sebagaian besar penggugat kasus perceraian adalah perempuan yang mana mereka sebagaian besar memilih perceraian karena masalah ekonomi, kegemaran suami main judi dan adanya WIL (Wanita Idaman Lain) ditambah adanya KDRT, menambah runyam kehidupan rumah tangga, sehingga tekanan ekonomi tersebut membuat si perempuan memilih bekerja menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) di luar negeri.
Pengacara Bali, I Putu Agus Putra Sumardana,SH ditengah kesibukannya di dunia musik pop bali, merasa terbantu dengan adanya tim lawyer dan staf legal yang cakap, Rekannya I Nyoman Miarsa,SH.,S.Pd memiliki kemampuan bahasa asing sangat baik, sehingga mampu berkomunikasi dengan klien yang notabene belakangan ini banyak klien dari Agus Putra yang merupakan WNA (Warga Negara Asing). Duet tim lawyer bersama Rekan I Ketut Subagia,SH yang ahli dalam berdiplomasi dan negoisasi,sehingga banyak perkara non litigasi (di luar Pengadilan) berhasil dimenangkan oleh Kantor Hukum I Putu Agus Putra Sumardana & Partner’s. Alhasil semua tim lawyer tetap berada di bawah nahkoda/komando langsung Pengacara Bali, I Putu Agus Putra Sumardana,SH, mampu berkerja tuntas dan cepat serta sanggup bekerja dibawah tekanan.