JELANG GALUNGAN, PENGACARA BALI AGUS PUTRA, RILIS LAGU DE IRI HATI
Hari raya Galungan bukan hanya sebagai perayaan agama, namun juga bagaimana penghargaan terhadap nilai-nilai moral di Masyarakat Bali dan bagaimana mempererat penyamaberayaan Nyame Bali. Menyikapi adanya fenomena yang banyak terjadi di masyarakat, bagaimana nyame peturu Bali merasa iri dengan kemajuan nyame nya, sehingga cenderung menuju iri yang negatif, maka kritik terhadap fenomena sosial di masyarakat ini dituangkan dalam sebuah lagu "DE IRI HATI", yang sudah bisa ditonton di Youtube (Agus Putra Chanel). Lagu ini memberikan nasihat bahwa orang yang terlihat kaya/sukses itu tidak mudah mereka untuk mendapatkan kesuksesan tersebut, mereka harus berjuang keras untuk itu. Berikut Lirik lagu "DE IRI HATI":
"Nak Ngelah De Kadene Ulian Elah"
"Ye Tuyuh Ulian Ngetelang Peluh"
"De Sepanan Iri Hati Ne Mejalan"
"De Memeteng Nyalanang Gedeg Basang"
"Nak Sugih Sing Ulian Pengasih-asih"
"Nanging Tolih Kenken Carane Ye Ngalih"
"Ne Ngetarang To Bukti Iye Sing Ngidang"
"Ne Ngomongang Nyiriang Sing Ngelah Geginan"
"Masan Anak Sirep, Iye Enu Megadang"
"Pisagene Sirep Leb-leb, Nanging Iye Nu Megarapan"
Reff:
"Sesapi Ngencep Duur Temboke"
"Petingan Teke Ngajang Sebun"
"De Iri Selegang Ngalih Gae"
"Apang Ngidang Sekaya Ne Metambun"
"De Nyemak Gae Boye-Boye"
"Demen Nuturang Pisage"
"Selegag Ngalih Sekaya"
"Mapan Hidup Tusing Je Pragat Ngorte"

Makna Galungan sendiri adalah kemenangan Dharma melawan Adharma yang notabene menurut penulis, ini berarti juga kemenangan Masyarakat Bali mengalahkan Sad Ripu (enam musuh yang ada dalam diri manusia) diantaranya: hawa nafsu (kama), tamak (lobha), sifat marah (kroda), bingung (moha), mabuk (mada), iri hati (matsarya). Matsarya/Iri Hati ini akan menjadi persoalan serius dimasyarakat, sehingga tidak hanya berdampak pada kerusakan Sekala juga Niskala, karena tak sedikit orang yang memiliki sifat iri hati yang kelewat, menggunakan sarana-sarana magic/ilmu hitam untuk menyakiti seseorang. Penyakit Iri hati sebenarnya adalah penyakit kekotoran bathin yang palig gelap, kalau istilah kerennya adalah Penyakit SMS (Susah Melihat Orang Senang, Senang Melihat Orang Susah). Maka untuk dapat menghilangkan rasa iri hati yang ada dalam diri manusia, maka harus menghilangkan penyebabnya yaitu rasa yang tidak pernah bersyukur, manusia itu harus bisa saling menghormati dan menghargai manusia yang lain. Hari Galungan dapat digunakan sebagai momentum pembersihan roh jahat dalam diri yang mengganggu manusia dengan meningkatkan rasa benci dan iri hati dengan manusia yang lain, hal ini yang harus segera dihilangkan dengan bantuan sarana upacara.
Agus Putra Pengacara muda Bali yang berasal dari Klungkung ini, juga mengakui memulai tertarik dengan hobi barunya di dunia tarik suara (penyanyi pop Bali), hal ini diungkapkan saat ditemui ditengah kesibukannya di dunia hukum/Pengacara. Agus Putra juga merasa bersemangat dan antusias kedepannya akan ada perhelatan besar Pilkada di Bali, semoga Pilkada di Bali terutamanya Pilkada di Klungkung, dapat berjalan damai dan Sukses dalam melahirkan Pemimpin yang menjaga Klungkung dan Bali secara Sekala dan Niskala. Sebelumnya sebagaimana diketahui Agus Putra beberapa bulan lalu merilis lagu "NGIPI DADI BUPATI" dan "KANGEN BAPA" yang cukup diterima oleh Masyarakat Bali.