GEMA SAVE PETRUK DI SOSMED PENGACARA BALI AGUS PUTRA BERI TANGGAPAN
Pengacara muda Bali, Agus Putra, beserta tim lawyer/pengacara I Putu Agus Putra Sumardana,SH & Partner’s, seusai sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, dirinya ikut memberikan tanggapan atau masukan terhadap maraknya dukungan/gema "SAVE PETRUK" DI SOSMED. Agus Putra mengngkapkan bahwa kalau kita mengenal tokoh punakawan PETRUK itu berciri humoris,nakal, pandai berbicara yang mampu menarik hati, sangat disayangkan bila ada yang mempermasalahkan lawakannya yang disebut tidak sopan atau berbahasa kasar. Padahal itu adalah karakter PETRUK itu sendiri yang notabene disimbolkan sebagai pribadi nakal namun memiliki kecerdasan dan kesabaran serta pemikiran yang panjang.
Sosok Petruk yang tinggi ramping itu berarti pemikiran yang matang dan jauh kedepan, itu cerminan masyarakat Bali tradisional yang mana kesenian itu sendiri merupakan identitas Bali dan jangan sampai pelarangan itu terkesan menghambat kreativitas seniman Bali.
Mungkin saja ada faktor politik yang menjadi sebab dari adanya pelarangan tersebut, urusan hajatan politik 2024 telah selesai seharusnya jangan lagi seniman Bali diseret-seret,dibawa-bawa ke ranah politik, hal ini membuat ketidakdewasaan dalam berpolitik. Karena sejatinya tidak mungkin melawak menggunakan bahasa resmi, bisa mengantuk yang menonton nya. Apalagi Petruk melawak cukup lama (puluhan tahun/era tahun 90’an) di dunia hiburan Bali, kenapa baru sekarang dipermasalahkan??, tentu ini sarat muatan politik. Biarkanlah ciri karakter Petruk ini tetap dipertahankan demi menjaga warisan Bali tetap hidup dan inklusif. Bila ada yang menganggap bahasa yang dilontarkan Petruk, dianggap bahasa kasar, maka sejatinya maksud bahasa itu hanya menghibur, terlebih figur Petruk memiliki taksu sendiri dalam sebuah pertunjukan drama gong.
Sebuah lakon yang ditunjukan Petruk tentu melambangkan baik buruk, positif negatif,yang semata-mata ditujukan untuk menghibur masyarakat Bali. Hal itu sudah biasa dalam guyonan masyarakat Bali, harusnya jangan lagi dipermasalahkan. Banyak masyarakat merindukan sosok Petruk yang menjadi legenda (legend) di sebuah pertunjukan drama gong Bali. “Sosok Petruk sebagai sosok yang lugas jujur dalam mengekspresikan fenomena terbaru dan terkini di masyarakat Bali, diperkuat dengan adanya spontanitas dalam dialog lawakannya, tentu ini ditunggu-tunggu penonton, bahkan saya lihat banyak penonton hanya menunggu aksi Petruk-dolar dalam drama gong, lalu setelahnya mereka pulang”. Agus Putra menutup dengan kalimat "sosok legenda Petruk tak kan pernah tergantikan dalam dunia hiburan masyarakat Bali"
.jpeg)
