I Putu Agus Putra Sumardana, SH |   Phone : (+62) 82138735399
Nama Pengacara / Firma Hukum
  • Beranda
  • Profile
  • Layanan
  • Artikel
  • Gallery
  • Video
  • Kontak
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Berbagi Pengalaman Penanganan Kasus Pertanahan di Bali (Pengacara di Nusa Penida, Klungkung-Bali)

Berbagi Pengalaman Penanganan Kasus Pertanahan di Bali (Pengacara di Nusa Penida, Klungkung-Bali)


Dipublikasi Oleh : Admin Kategori : Hukum Dipublikasi pada : 26 Jan, 2022

Berbagi Pengalaman Penanganan Kasus Pertanahan di Bali  (Pengacara di Nusa Penida, Klungkung-Bali)

Berbagi Pengalaman Penanganan Kasus Pertanahan di Bali (Pengacara di Nusa Penida, Klungkung-Bali) I Putu Agus Putra Sumardana, SH & Partner’s mendirikan Layanan Jasa Hukum di Banjar Kaja, Jungut Batu, Desa Lembongan, Nusa Penida, Klungkung Bali, dimana lokasinya hanya 50 meter dari pantai Jungut Batu, Lembongan.

Untuk wilayah Nusa Penida, Klungkung-Bali, I Putu Agus Putra Sumardana, SH beserta beberapa rekan kerja juga akan mendirikan Layanan Jasa Hukum serupa di Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung-bali.

Pembukaan cabang layanan hukum di Nusa Penida, Klungkung Bali adalah salah satu upaya I Putu Agus Putra Sumardana, SH & Partner’s untuk bisa memberikan bantuan hukum terhadap banyaknya permasalahan hukum terutamanya kasus pertanahan di Nusa Penida, Klungkung-bali.

Adanya sengketa tanah Negara yang berada di pinggir pantai Nusa Penida, kasus mafia tanah oleh oknum mantan kepala Desa Bunga mekar, Nusa Penida, serta kasus hukum lainnya seperti kasus dugaan korupsi penjualan air tangki PDAM di Nusa Penida.

I Putu Agus Putra Sumardana, SH yang juga sebagai Ketua DPW (Dewan Pimpinan Wilayah) Bali Partai Rakyat Adil & Makmur (Partai PRIMA) prov Bali, akan sedikit berbagi pengalaman sidang di Pengadilan, mengenai agenda sidang yaitu alat bukti surat yang umumnya diajukan dalam sengketa pertanahan di Bali.

Ketika persidangan memasuki tahap pembuktian yaitu Alat Bukti Surat, biasanya para pihak yang berperkara mengajukan antara lain:

  1. Sertipikat Hak Milik (SHM) baik obyeknya berupa tanah maupun bangunan
  2. SPPT tanah sengketa;
  3. Pajak PBB tanah sengketa;
  4. Peta blok dari tanah sengketa yang tercatat di Badan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah Kabupaten/kota;
  5. Peraturan adat baik berupa Awig-awig dan Pararem Desa Adat;
  6. Surat Iuran Pembangunan Daerah (IPEDA)
  7. Foto-foto, denah lokasi dan gambar tanah sengketa;

Terkait dengan kekuatan bukti surat yang diajukan tersebut diatas memiliki kekuatan pembuktian yang berbeda, sebagai contoh bila yang diajukan bukti sertifikat tanah, maka bukti itu dapat dikatakan bukti yang sempurna atas kepemilikan tanah, sebagaimana diatur dalam Pasal 32 ayat (1) Jo Pasal 1 angka 20 PP No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, yang menyatakan bahwa “Sertifikat merupakan tanda bukti hak yang berlaku sebagai alat pembuktian atas kepemilikan tanah” Namun bila yang diajukan adalah Surat Iuran Pembangunan Daerah (IPEDA), Pipil atau catatan buku Desa maupun SPPT Pajak Tanah maka kekuatan pembuktiannya belum sempurna bila tidak disertai atau didukung dengan bukti-bukti lainnya, sebagaimana yang diatur secara tegas dalam:

  1. Yurisprudensi MARI No. 202K/Sip/1974 tanggal 18 Maret 1976, menyatakan “Surat Bukti Pembayaran IPEDA atau PBB bukan merupakan bukti pemilikan atas tanah”;
  2. Yurispudensi MARI Reg. No. 84K/Sip/1973 tanggal 25 Juni 1973, menyatakan: “catatan dari buku desa atau Pipil tidak dapat dipakai sebagai bukti hak milik di persidangan apabila tidak disertai dengan bukti-bukti lainnya”


Share :


Artikel Terkait

  • Contoh Gugatan Balik (Gugatan Rekonvensi) Kasus Perceraian, Hak Asuh Anak dan Nafkah Anak
  • TUJUAN DAN HAKIKAT PRAPERADILAN PIDANA
  • PENGACARA BALI AGUS PUTRA RILIS LAGU KE-2 KANGEN BAPA
  • CONTOH JAWABAN GUGATAN ATAS KASUS GUGATAN PERLAWANAN TERHADAP PROSES LELANG YANG DIAJUKAN OLEH BANK
  • PENGACARA BALI AGUS PUTRA UCAPKAN SELAMAT KEPADA PRABOWO GIBRAN MENANGI PILPRES 2024 DALAM HASIL HITUNG CEPAT (QUICK COUNT)

Artikel Terkini

pengacara-muda-bali-lestarikan-pantun-tradisional-bali-peparikan-dalam-lagu-ke-17-meplalian-api

01

Agus Putra Pengacara Muda Bali lestarikan Pantun tradisional Bali (Peparikan) dalam Lagu ke-17 nya Meplalian Api

13 Sep, 2026

02

BAGI MAHASISWA HUKUM/NON HUKUM YANG MEMILIKI WAKTU LUANG, SILAHKAN GABUNG MAGANG DI LBH PEMUDA SEJATI BALI

25 Jul, 2026

03

EKSEPSI GUGATAN JADI SENJATA UNTUK GAGALKAN GUGATAN PENGGUGAT

21 Jul, 2026

04

RAHAJENG GALUNGAN KUNINGAN 2026

16 Jun, 2026

05

CARA MENGHITUNG NAFKAH ANAK, IDDAH dan MUT’AH DALAM PERCERAIAN

08 Jun, 2026

06

Sembari bersidang di Jakarta, Agus Putra juga siapkan rekaman lagu Pop Indonesia di Studio Musik di Jakarta

18 May, 2026



wa-icon

© 2026, I PUTU AGUS PUTRA SUMARDANA, SH.
All Right Reserved.